MAKALAH
MANAJEMEN STRATEGI

Mata Kuliah: Manajemen
Strategi
Dosen: M.Ali,MM
Penyusun:
Nama
: Umi Wasingatul Janah
Prodi: Hukum Ekonomi Syariah
Semester
I
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM DUTA BANGSA
Jl.
Kalibaru Kranji Kec. Medan Satria Telp. (021) 93474612, (021) 88851838
BEKASI
2015
KATA PENGANTAR
Syukur
Alhamdulillah akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas membuat makalah EKONOMI
ISLAM dengan judul Asuransi syariah ( Takaful ). Makalah ini dibuat untuk melatih sejauh mana
diri kami mampu menyampaikan pemikiran-pemikiran tentang ilmu ekonomi islam
sebagai salah satu mata kuliah di
semester ini.
Terbatasnya
pengetahuan dan sempitnya waktu yang diberikan kepada penulis, mungkin telah
menjadikan makalah ini masih jauh dari sempurna.Maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir
kata, semoga isi makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan juga pembaca.
Terimakasih.
Bekasi ,November 2015
Umi Wasingatul Janah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
A.
Latar belakang masalah 1
B.
Rumusan Masalah 2
C.
Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
BAB III PENUTUP 11
A. Kesimpulan 11
B. Saran –saran 11
DAFTAR PUSTAKA 12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manajemen Strategi adalah
identifikasi tujuan organisasi terhadap sumberdayanya, dan bagaimana sumberdaya
yang ada tersebut dapat di gunakan secara efektif untuk memenuhi tujuan
strategi.
Lingkungan dunia yang mengalami perubahan seperti
adanya globalisasi,control masyarakat, perkembangan teknologi, memberika dampak
bagi perkembangan suatu Negara maupun bisnis oleh sebab itu, dala menjalani
kegiatan perlu adanya keselarasan antara kopetensi yang dimiliki perusahaan
maupun pemerintah dengan lingkungan yang ada di luar organisasi (perusahaan dan
pemerintah).
Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam mengambil keputusan
yang di sesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yanga ada di
sekitar sehingga perlu adanya manajemen strategi. Menopang manajemen strategi
tergantung pada majer mendapat pengertian mengenai pesaing, pasar, harga,
pemasok, distributor, pemerintah, kreditur, pemegang saham, dan pelanggan di
dunia. Harga dan mutu dari produk dan jasa perusahaan harus dapat bersaing di
seluruh dunia, bukan hanya di pasar lokal.
Pesaingan yang memunculkan daya saing erat kaitanya
dengan pemahaman mekanisme pasar(standard dan benchmarking). Kecepatan dan
ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa) yang mampu mecipatan nilai
tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing organisasi bersifat unik,
tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek kreatifitas, kapasitas, teknologi
yang di gunakan dan jangkauan pemasaran yang di capai. Hal tersebut di wujudkan
dari tampilan produk, produktifitas yang tinggi dan pelayanan yang baik.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian Manajement Strategi ?
2. Sebutkan
manfaat Manajemet Strategi
3. Bagaimana
langkah dalam pengembangan organisasi ?
4. Jelaskan
tahap-tahap dalam Manajement Strategi
5. Apa
pentingnya Manajement Strategi bagi perusaaan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Manajemen
Strategi
Manajement strategi terdiri dari
analisis,keputusan dan aksi yang diambil organisasi untuk mencipatan dan
mempertahankan keunggulan kompetitif.
Terdapat dua elemen utama dalam manajement strategi,
pertama yaitu :
1. Analisis
Manajement
strategi menitik beratkan pada analisis hierarki tujuan stratejik (visi, misi,
dan sasaran strategik) bersamaan dengan
analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi.
2. Keputusan.
Menjawab dua pertanyaan dasar. Dalam industri
apa seharusnya perusahaan bersaing? Bagaimana seharusnya perusahaan
berkompetisi dalam industri tersebut?
3. Aksi.
Perusahaan harus
membuat aksi-aksi yang dirasa perlu untuk mengimplementasikan strategi.
Kedua, Inti dari manajemen stratejik adalah mempelajari mengapa
perusahaan mampu mempunyai kinerja yang mengungguli perusahaan yang
lain. Memahami strategi seringkali terasa tidak mudah, karena setiap
literature memberikan definisi yang berbeda dan sampai saat ini tidak ada
definisi yang baku. Beberapa diantara definisi - definisi tersebut adalah:
a. Strategi adalah kerangka atau rencana yang
mengintegrasikan tujuan-tujuan, kebijakan-kebijakan dan tindakan/program
organisasi.
b. Strategi adalah rencana tentang apa yang ingin
dicapai atau hendak-menjadi-apa suatu organisasi dimasa depan dan bagaimana
cara mencapai keadaan yang diinginkan tersebut.
c. Strategi adalah pola tindakan dan
alokasi sumber daya yang dirancang untuk mencapai tujuan organisasi.
Dengan demikian, secara sederhana dapat
disimpulkan bahwa: “strategi” adalah pilihan tentang apa yang ingin dicapai
oleh organisasi di masa depan dan bagaimana cara mencapai keadaan yang
diinginkan tersebut. Manajemen strategi memfokuskan pada penyatuan atau
penggabungan aspek – aspek pemasaran, riset dan pengembangan, keuangan/
akuntasi, operasional/ produksi dari sebuah organisasi.
Rumusan strategi yang baik akan memberikan
gambaran pola tindakan utama dan pola keputusan yang dipilih untuk mewujudkan
tujuan organisasi, missal perusahaan yang memiliki strategi unggul diharga,
akan memiliki pola tertentu pada saat menetapkan produk, harga, lokasi outlet,
cara-cara promosi, cara-cara produksi, cara-cara melakukan pelayanan dan
cara-cara berorganisasi. Pola itulah yang seharusnya merupakan warna dari
strategi.
B.
Peran
Manajement Strategi
Untuk meraih segala cita-cita atau
tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi atau perusahaan maka penerapan
manajemen stratejik justru sangat dibutuhkan guna apa yang diinginkan bersama
dapat kit capai dengan sebaik mungkin. Peran manajemen stratejik ketika
diimplementasikan dalam suatu organisasi maka setiap unit atau bagian yang ada
dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebaik
mungkin.Apalagi melihat perkembangan zaman sekarang ini, dimana setiap
organisasi perusahaan telah melakukan ekspansi pasar guna mendapatkan keuntunga
yang banyak. Semuanya itu perlu langkah strategis dan taktik yang tepat
sehingga proses atau langkah yang diambil oleh pimpinan dapat dijalankan
seefektif dan seefisen mungkin.
Persaingan
yang memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar
(standar dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang
dan jasa) yang mampu menciptakan nilai tambah.Oleh karena itu, peningkatan daya
saing organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek
kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang
dicapai.Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang
ting-gi dan pelayanan yang baik.
Esensi
Manajemen Strategik dalam pengembangan daya saing organisasi, baik bersifat
nirlaba maupun ber-orientasi laba dapat dijabarkan atas hal pokok berikut :
1.
Pertumbuhan dan Keberlanjutan
Hal
ini dicirikan oleh adanya kegiatan lebih besar dari organisasi yang nantinya
berdampak pada peningkatan kesejahteraan SDM. Pencapaian kondisi tersebut
di-dapatkan dari kerjasama antar individu yang mampu mewujudkan sinergi
perkembangan organisasi sesuai siklus organisasi (pengenalan, pertumbuhan,
kedewa-saa dan pembaharuan dengan kondisi penurunan, tetap dan naik kembali)
ditinjau dari faktor internal maupun eksternal yang dipengaruhi oleh
perubahan-perubahan, baik fundamental, incremental dan radikal dari nilai-nilai
keinginan konsumen, serta persaingan yang ketat dalam kondisi yang mengandung
ketidak-pastian dan penuh risiko.
2.
Berpikir Strategik
Hal
ini dicirikan oleh pemahaman tentang pentingnya faktor waktu (lalu, kini dan
esok), proses kontinu (siklus) dan iteratif (sekuens pembelajaran) dalam
mengidentifikasi kegiatan yang menjanjikan ke depan yang berbasis pada pemetaan
kemampuan (superior-tas) yang dimiliki (sumber daya seperti SDA, SDM dan SDB)
dengan secara komprehensif memperhati-kan faktor-faktor makro seperti politik,
ekonomi, teknologi dan sosial budaya, disamping upaya pem-belajaran organisasi
dalam menuju daya saing secara parsial ataupun utuh. Realisasi berpikir
strategik dapat ditunjukkan oleh konsep masukan, proses dan luaran dalam
mengelola perubahan menurut peluang maupun ancaman yang ditemui sesuai dengan
fase-fase berikut : pembentukan kelompok kerja, inventarisasi kegiatan,
keterlibatan unit kerja dan status kegiatan. Hal tersebut dalam praktiknya
didukung oleh konsep-konsep stra-tegi, baik yang klasik (siklus hidup produk
dan SWOT), modern (BCG/Shell, A.D. Little, McKinsey, PIMS, SRI dan Porter) dan
alternatif (PRECOM) yang dalam implementasinya sangat ditentukan oleh besar-an
dimensinya (2-5) atau tema tertentunya.
3.
Manajemen Strategik
Manajemen
Strategik dalam implementasinya ditentukan oleh tahapan identifikasi lingkungan
(internal dan eksternal), perumusan strategi, implementasi strategi, pemantauan
dan evaluasi strategi. Hal tersebut disusun dari sistem lingkungan yang terdiri
dari analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan : sumber daya,
kapabilitas dan kompetensi inti) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang
dikenal sebagai SWOT ataupun pendekatan peran (policy, strategik dan fungsi)
untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi, baik secara luas maupun
spesifik, seperti:
1.
Masuknya pendatang baru (skala
ekonomi, diferensiasi produk, persyaratan modal, biaya peralih-an
pemasok, akses ke saluran distribusi, kebijakan pemerintah dan lainnya;
2.
Ancaman produk peng-ganti
(biaya/harga)
3.
Kekuatan tawar menawar pembeli
(kuantitas, mutu dan ketersediaan)
4.
kekuatan tawar menawar pemasok
(dominasi, integrasi dan keunikan).
Dalam proses manajemen strategik diperlukan
pernyataan-pernyataan yang terkait dengan penetapan visi (jati diri), misi
(justifikasi/pembeda) dan tujuan (target/standar) sebagai jawaban terhadap
pencanangan strategi yang telah disusun menurut tingkatannya (korporat, bisnis
dan fungsional) yang didasarkan pada muatan, konsis-tensi dan keterpaduannya
dari suatu kerangka kerja proses pengambilan keputusan organisasi untuk jang-ka
panjang. Dalam hal ini, struktur organisasi dengan berbagai bentuknya
(sederhana, fungsional, divisional, matriks, unit bisnis strategik berperan
pen-ting dalam pencapaian tujuan dari kebijakan yang dibuat.
C.
Manfaat Manajement
Strategi
Dengan menggunakan manajemen strategik sebagai suatu
kerangka kerja (frame work) untuk menyelesaikan setiap masalah strategis di
dalam organisasi terutama berkaitan dengan persaingan, maka peran manajer
diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara strategik.
Pemecahan masalah dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan
lebih banyak alternatif yang dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan
lebih menjanjikan suatu hasil yang menguntungkan.. Ada bebarapa manfaat yang
diperoleh organisasi jika mereka menerapkan manajemen strategik, yaitu:
1.
Memberikan arah jangka panjang yang
akan dituju.
2.
Membantu organisasi beradaptasi pada
perubahan-perubahan yang terjadi.
3.
Membuat suatu organisasi menjadi
lebih efektif
4.
Mengidentifikasikan keunggulan
komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
5.
Aktifitas pembuatan strategi akan
mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa
datang.
6.
Keterlibatan anggota organisasi
dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap
pelaksanaannya.
7.
Aktifitas yang tumpang tindih akan
dikurang
D. Langkah Dalam Pengembangan Organisasi
Langkah Pertama manajemen perlu secara detail
mengindentifikasi aktifitas yang perlu dikerjakan baik langsung maupun tidak
langsung sejak disusunnya proposal kegiatan (TOR), pengujian dan penilaian,
proses perencana-an program dan kegiatan, implementasi, pengendalian dan
pe-ngawasan.
Langkah
Kedua yang perlu dilakukan untuk menganalisis profil/postur organisasi adalah
mencari keterkaitan (lingkage) dari berbagai aktifitas rantai kegiatan
tersebut, baik antar aktifitas pokok (fungsi utama) dan aktifitas penunjang
(fungsi pelayanan)
Langkah
Ketiga yaitu mencoba mencari sinergi potensial yang mungkin dapat ditemukan
diantara output yang dihasilkan oleh setiap aktifitas yang dimiliki oleh
organisasi.
E. Tahap-tahap Dalam Manajemen Strategis
Manajemen strategi merupakan sebuah proses yang terdiri dari
tiga kegiatan antara lain perumusan strategi, implementasi strategi dan
evaluasi strategi. Perumusan strategi terdiri dari kegiatan-kegiatan
mengembangkan misi bisnis, mengenali peluang dan ancaman eksternal perusahaan,
menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan obyektif jangka panjang,
menghasilkan strategi alternatif dan memilih strategi tertentu untuk
dilaksanakan Isu perumusan strategi termasuk memutuskan bisnis apa yang akan
dimasuki bisnis apa yang harus dihentikan, bagaimana mengalokasikan sumber
daya, apakah memperluas operasi atau diversivikasi, apakah akan memasuki pasar
internasional, apakah akan melakukan merjer atau membentuk usaha patungan, dan
bagaimana menghindari pengambilalihan perusahaan pesaing. Keputusan perumusan
strategis mengikat suatu organisasi pada produk,pasar, sumber daya, dan
teknologi spesifik selama periode waktu tertentu.
Strategi
menetapkan keunggulan bersaing jangka panjang. Apapun yang akan terjadi, keputusan
strategis mempunyai konsekuensi berbagai fungsi utama dan pengaruh jangka
panjang pada suatu organisasi. Implementasi strategi menuntut perusahaan untuk
menetapkan obyektif tahunan, memperlengkapi dengan kebijakan, memotivasi
karyawan dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat
dilaksanakan.Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya mendukung
strategi, menciptakan struktur oragnisasi yang efektif, mengubah arah usaha
pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi
dan menghubungkan kompensasi karyawan dengan prestasi organisasi.Implementasi
strategi sering disebut tahap tindakan manajemen strategis.Strategi
implementasi berarti memobilisasi karyawan dan manajer untuk mengubah strategi
yang dirumuskan menjadi tindakan.Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam
manajemen strategis.Para manajer sangat perlumengetahui kapan strategi tertentu
tidak berfungsi dengan baik, evaluasi strategi berarti usaha untuk memperoleh
informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena
faktor-faktor eksteral dan internal selalu berubah. Tiga macam aktivitas
mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah:
1.
Meninjau factor-faktor eksternal dan
internal yang menjadi dasar strategi yang sekarang,
2.
Mengukur prestasi,
3.
mengambil tindakan korektif.
Aktivitas perumusan startegi, implementasi dan evaluasi terjadi di tiga tingkat
hirarki dalam organisasi yang besar, korporasi, divisi atau unit bisnis
strategis, dan fungsional.
F. Pentingnya manajemen strategi bagi perusahaan
Beberapa alasan utama tentang pentingnya peranan strategi
manajemen bagi perusahaan atau organisasi, yaitu:
1.
Memberi arah jangka panjang yang
akan dituju.
2.
Membantu perusahaan atau organisasi
beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
3.
Membuat suatu perusahaan atau
organisasi menjadi lebih aktif.
4.
Mengidentifikasi keunggulan
komparatif suatu perusahaan atau organisasi dalam lingkungan yang semakin
beresiko.
5.
Aktivitas yang tumpang tindih akan
dikurangi.
6.
Keengganan untuk berubah dari
karyawan lama dapat dikurangi.
7.
Keterlibatan karyawan dalam
perubahan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.
8.
Kegiatan pembuatan strategi akan
mempertinggi kemampuan perusahaan atau organisasi tersebut untuk mencegah
munculnya masalah di masa mendatang.
Dengan
manajemen strategi diharapkan strategi benar-benar dapat dikelola sehingga
strategi dapat diimplementasikan untuk mewarnai dan mengintegrasikan semua
keputusan dan tindakan dalam organisasi rincian. Tahapan kegiatan untuk menjalankan
strategi adalah sebagai berikut:
1.
Perumusan strategi
Perumusan
strategi adalah proses memilih tindakan utama (strategi) untuk mewujudkan misi
organisasi. Proses mengambil keputusan untuk menetapkan strategi seolah-olah
merupakan konsekuensi mulai dari penetapan visi-misi, sampai terealisasinya
program.
2.
Perencanaan tindakan.
Langkah
pertama untuk mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan adalah pembuat
perencanaan strategi. Inti dari apa yang ingin dilakukan pada tahapan ini
adalah bagaimana membuat rencana pencapaian (sasaran) dan rencana kegiatan
(program dan anggaran) yang benar-benar sesuai dengan arahan (visi, misi, gool)
dan strategi yang telah ditetapkan organisasi.
3.
Implementasi.
Untuk
menjamin keberhasilan strategi yang telah berhasil dirumuskan harus diwujudkan
dalam tindakan implementasi yang cermat. Strategi dan unsur-unsur organisasi
yang lain harus sesuai, strategi harus tercermati pada rancangan struktur
budaya organisasi, kepemimpinan dan sistem pengelolaan sumber daya manusia.
Karena strategi diimplementasikan dalam suatu lingkungan yang terus berubah,
maka implementasi yang sukses menuntut pengendalian dan evaluasi
pelaksanaan.Sehingga jika diperlukan dapat dilakukan tindakan-tindakan
perbaikan yang tepat.
G.
Manfaat dan Resiko Manajemen Strategi
a. Manfaat
Dengan menggunakan manajemen strategik sebagai suatu
kerangka kerja (frame work) untuk menyelesaikan setiap masalah strategis
di dalam organisasi terutama berkaitan dengan persaingan, maka peran
manajer diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara strategik.
Pemecahan
masalah dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan lebih banyak alternatif
yang dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu
hasil yang menguntungkan.Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi
jika mereka menerapkan manajemen strategik, yaitu:
1.
Memberikan arah jangka panjang yang
akan dituju.
2.
Membantu organisasi beradaptasi pada
perubahan-perubahan yang terjadi
3.
Membuat suatu organisasi menjadi
lebih efektif
4.
Mengidentifikasikan keunggulan
komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
5.
Aktifitas pembuatan strategi akan
mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa
datang.
6.
Keterlibatan anggota organisasi
dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap
pelaksanaannya.
7.
Aktifitas yang tumpang tindih akan
dikurangi
8.
Keengganan untuk berubah dari
karyawan lama dapat dikurangi.
b. Resiko
Keterlibatan para manajer dalam proses perencanaan strategik
akan menimbulkan beberapa resiko yang perlu diperhitungkan sebelum melakukan
proses manajemen strategik, yaitu:
1.
Waktu yang digunakan para manajer
dalam proses manajemen strategik mungkin mempunyai pengaruh negatif pada
tanggung jawab operasional.
2.
Apabila para pembuat strategi tidak
dilibatkan secara langsung dalam penerapannya maka mereka dapat mengelak
tanggung jawab pribadi untuk keputusan-keputusan yang diambil dalam proses
perencanaan.
3.
Akan timbul kekecewan dari para
bawahan yang berpartisipasi dalam penerapan strategi karena tidak tercap[ainya
tujuan dan harapan mereka.
Untuk
mengatasi resiko-resiko tersebut para manajer perlu dilatih mengamankan atau
memperkecil timbulnya resiko dengan cara:
1.
Melakukan penjadwalan
kewajiban-kewajiban para manajer agar mereka dapat mengalokasikan waktu yang
lebih efisien.
2.
Membatasi para manajer pada proses
perencanaan untuk membuat janji-janji mereka terhadap kinerja yang
benar-benar dapat dilaksananakan oleh mereka dan bawahannya.
3.
Mengatisipasi dan menanggapi
keinginan-keinginan bawahan, misalnya usulan atau peningkatan dalam ganjaran.
Sebagai
suatu kesatuan dalam sebuah organisasi perlu menerapkan dan mengembangkan
kemapuan manajemen internalnya guna mencapai tujuan yang diinginkan dengan
mengarahkan segenap potensi dan strategi serta taktik yang tepat untuk
diaplikasikan.
Proses
manajemen strategis dapat diuraikan sebagai pendekatan yang obyektif, logis,
sistematis untuk membuat keputusan besar dalam suatu organisasi. Proses ini
berusaha untuk mengorganisasikan informasi kualitatif dan kuantitatif dengan
cara yang memungkinkan keputusan efektif diambil dalam kondisi yang tidak
menentu. Berdasarkan pada pengalaman, penilaian, dan perasaan, intuisi penting
untuk membuat keputusan strategis yang baik.Intuisi terutama bermamfaat untuk
membuat keputusan dalam situasi yang amat tidak menentu atau sedikit preseden.
Proses manajemen strategis didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi
seharusnya terus-menerus memonitor peristiwa dan kecenderungan internal dan
eksternal sehingga melaukan perubahan tepat waktu. Teknologi informasi dan
globalisasi adalah perubahan eksternal yang mengubah bisnis dan masyarakat
dewasa ini. Arus informasi yang cepat menghilangkan batas negara sehingga orang
dari seluruh dunia dapat melihat sendiri bagaimana cara hidup orang lain. Dunia
menjadi tanpa perbatasan dengan warga Negara global, pesaing global, pelanggan
global, pemasok global, dan distributor global.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Sejarah manajemen strategi. Anggaran & Kontrol Keuangan
(1900 -an), Perencanaan Jangka Pajang (Pasca World War II/1950an) Perencanaan
strategik Perusahaan (Mid-1960 an. Manajemen Strategik (1980-an).Untuk
merealisasikan suatu perencanaan yang baik perlu adanya dukungan dari
aspek-aspek pelaksanaan, pengawasan, struktur organisasi, sistem informasi dan
komunikasi, motivasi, iklim kerja, sistem penggajian dan budaya organisasi.
Kelemahan perencanaan strategik biasanya bersifat ritual dan mekanis, sifatnya
rutin dan sering berpegang pada asumsi-asumsi yang tidak realitis sehingga
menyebabkan tidak termonitornya pelaksanaan dan pengendalian dari
rencana-rencana yang telah dibuat.
Untuk
mengatasi kelemahan-kelemahan perencana strategik diatas maka pada tahun
1980-an muncullah suatu model yang namanya Manajemen Strategi. Model ini
mengkombinasikan pola berpikir strategis dalam proses mamajemen. Segala sesuatu
yang strategik tidak hanya berhenti pada proses perencanaan saja tetapi juga
dilanjutkan pada tingkat operasional dan pengawasan. Manajemen Strategik juga
mencakup trend baru, yaitu:
1.
Peralihan dari perencanaan menjadi
keunggulan bersaing. Pembuatan strategi lebih didasarkan pada konsep keunggulan
bersaing yang memiliki lima karakteristik, yaitu:
o Kompetensi khusus. Keunggulan bersaing merupakan hal khusus
yang dimiliki atau dilakukan suatu organisasi yang memberinya kekuatan untuk
menghadapi pesaing. Kompetensi ini bisa berwujud opini atau merek yang
mempunyai persepsi kualitas tinggi. ( misalnya; opini: Pengelolaan administrasi
yang rapi, terkenal bersih atau bebas KKN/Korupsi Kolusi Nepotisme, Tepat
waktu. Merek: Coca cola, IBM, BMW, Mc Donald’s).
o Menciptakan persaingan tidak sempurna. Dalam persaingan
sempurna semua organisasi menghasilkan produk yang serupa sehingga
bebas keluar masuk ke dalam pasar. Suatu organisasi dapat memperoleh keunggulan
bersaing dengan menciptakan persaingan tidak sempurna yaitu dengan cara
memberikan kualitas yang tinggi di aspek-aspek tertentu.
o Berkesinambungan, Keunggulan bersaing harus bersifat
berkesinambungan bukan sementara dan tidak mudah ditiru oleh para
pesaing.
o Kesesuaian dengan lingkungan internal. Keunggulan bersaing
dapat diraih dengan menyesuaikan kebutuhan atau permintaan pasar. Karena
lingkungan eksternal bisa berupa ancaman dan peluang, sehingga perubahan pasar
dapat meningkatkan keunggulan atau kelemahan suatu organisasi.
o Keuntungan yang tinggi daripada keuntungan rata-rata Sasaran
utama keunggulan bersaing adalah mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi
daripada keuntungan rata-rata orrganisasi-organisasi lainnya
2.
Peralihan dari Elitism menjadi
EgalitarianismBerpikir strategik dalam Manajemen Strategik tidak hanya
dilakukan oleh para kelompok elit perencana saja, tetapi juga ditanamkan kepada
setiap anggota organisasi. Dalam Manajemen Strategik orang yang melakukan
perencanaan adalah setiap pihak yang juga akan mengimplementasikan rencana
tersebut.
3.
Peralihan dari perhitungan
(kalkulasi) menjadi kreativitas Dalam Manajemen Strategik, strategi-strateginya
tidak hanya terfokus pada faktor-faktor yang bersifat kuantitatif dan dapat
diukur saja, tetapi juga mempertimbangkan perspektif yang lebih
kualitatif. Strategi lebih banyak tergantung pada aspek perasaan (senses)
daripada analisis sehingga dalam penyusunan strategi sangat diperlukan
kreatifitas.
4.
Peralihan dari sifat kaku menjadi
fleksibel. Manajemen strategik lebih bersifat lentur/ fleksibel karena
manggabungkan pandangan dan tindakan, menyeimbangkan pengendalian dan learning,
serta mengelola stabilitas dan perubahan. Strategi yang dibangun merupakan
strategi yag adaptif dan fleksibel dalam menghadapi perubahan dan kondisi pasar
yang penuh ketidakpastian.
B. Saran
1.
Di harapkan makalah ini dapat
berguna bagi kita semua dalam pembelajaran Manajemen Perusahaan.
2.
Di harapkan makalah ini dapat
menjadi pembelajaran bagi teman-teman semua karena masih banyak hal yang perlu
kita pelajari dalam proses pentingnya manajemen strategi dalam suatu
perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
David,
Fred R. (1997). Strategic Management. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Wheelen,
Thomas, J. dan Hunger, J. David. (2000). Strategic Management. New Jersey:
Prentice Hall, Inc.
Pierce,
J.A. dan Robinson, R.B. (2000).Strategic management, Formulation Implementation
and Control. Malaysia: McGraw Hill.
Wright,
P., Kroll, Mark, J. dan Parnel, J. (1998).Strategic Management Concepts. USA:
Prentice Hall, Inc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar