MAKALAH
MANAJEMEN STRATEGI

Oleh:
Umi
Wasingatul Janah
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
STRATEGI
FAKULTAS EKONOMI SYARIAH
STAI DUTA BANGSA BEKASI
KATA
PENGANTAR
Puji syukur bagi Allah
yang telah melimpahkan berkah, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga
penulis bisa menyelesaikan makalah tentang “Mnajement Strategi” guna memenuhi
tugas mata kuliah Manajement Strategi.
Pada kesempatan ini
penulis menyampaikan terimaksih kepada dosen yang telah memberikan bekal ilmu
dan membimbing penulis dalam mata pelajaran Manajement Strategi.
Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih belum sempurna.Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran
dan kritik membangun yang di tunjukan untuk meyempurnakan makalah ini.
Akhir kata penulis
berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca, Amin.
Bekasi,
September 2015
Umi
Wasingatul Janah
DAFTAR
ISI
Halaman Sampul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
B. Rumusan
Masalah
BAB II PEMBAHASAN
BAB III KESIMPULAN DAN
SARAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manajemen
Strategi adalah identifikasi tujuan organisasi terhadap sumberdayanya, dan
bagaimana sumberdaya yang ada tersebut dapat di gunakan secara efektif untuk
memenuhi tujuan strategi.
Lingkungan
dunia yang mengalami perubahan seperti adanya globalisasi,control masyarakat,
perkembangan teknologi, memberika dampak bagi perkembangan suatu Negara maupun
bisnis oleh sebab itu, dala menjalani kegiatan perlu adanya keselarasan antara
kopetensi yang dimiliki perusahaan maupun pemerintah dengan lingkungan yang ada
di luar organisasi (perusahaan dan pemerintah).
Dengan
demikian perlu adanya kegiatan dalam
mengambil keputusan yang di sesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan
lingkungan yanga ada di sekitar sehingga perlu adanya manajemen strategi.
Menopang manajemen strategi tergantung pada majer mendapat pengertian mengenai
pesaing, pasar, harga, pemasok, distributor, pemerintah, kreditur, pemegang
saham, dan pelanggan di dunia.Harga dan mutu dari produk dan jasa perusahaan harus
dapat bersaing di seluruh dunia, bukan hanya di pasar lokal.
Pesaingan
yang memunculkan daya saing erat kaitanya dengan pemahaman mekanisme
pasar(standard dan benchmarking). Kecepatan dan ketepatan penyampaian produk
(barang dan jasa) yang mampu mecipatan nilai tambah.Oleh karena itu,
peningkatan daya saing organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya
dipengaruhi oleh aspek kreatifitas, kapasitas, teknologi yang di gunakan dan
jangkauan pemasaran yang di capai.Hal tersebut di wujudkan dari tampilan
produk, produktifitas yang tinggi dan pelayanan yang baik.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian Manajement
Strategi?
2.
Sebutkan manfaat Manajemet
Strategi
3.
Bagaimana langkah dalam
pengembangan organisasi?
4.
Jelaskan tahap-tahap dalam Manajement
Strategi
5.
Apa pentingnya Manajement
Strategi bagi perusaaan?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
manajemet strategi
Manajement
strategi terdiri dari analisis,keputusan dan aksi yang diambil organisasi untuk
mencipatan dan mempertahankan keunggulan kompetitif.
Terdapat
dua elemen utama dalam manajement strategi, pertamayaitu
:
1.
Analisis
Manajement
strategi menitik beratkan pada analisis hierarki tujuan stratejik (visi, misi,
dan sasaran strategik) bersamaan dengan analisis
lingkungan internal dan eksternal organisasi.
2. Keputusan.
Menjawab
dua pertanyaan dasar. Dalam industri apa seharusnya perusahaan bersaing?
Bagaimana seharusnya perusahaan berkompetisi dalam industri tersebut?
3. Aksi.
Perusahaan
harus membuat aksi-aksi yang dirasa perlu untuk mengimplementasikan strategi.
Kedua, Inti
dari manajemen stratejik adalah mempelajari mengapa perusahaan mampu mempunyai
kinerja yang mengungguli perusahaan yang lain. Memahami strategi
seringkali terasa tidak mudah, karena setiap literature memberikan definisi yang
berbeda dan sampai saat ini tidak ada definisi yang baku. Beberapa diantara
definisi - definisi tersebut adalah:
a. Strategi
adalah kerangka atau rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan,
kebijakan-kebijakan dan tindakan/program organisasi.
b. Strategi
adalah rencana tentang apa yang ingin dicapai atau hendak-menjadi-apa suatu
organisasi dimasa depan dan bagaimana cara mencapai keadaan yang diinginkan
tersebut.
c. Strategi
adalah pola tindakan dan alokasi sumber daya yang dirancang untuk
mencapai tujuan organisasi.
Dengan
demikian, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa: “strategi” adalah pilihan
tentang apa yang ingin dicapai oleh organisasi di masa depan dan bagaimana cara
mencapai keadaan yang diinginkan tersebut. Manajemen strategi memfokuskan pada penyatuan
atau penggabungan aspek – aspek pemasaran, riset dan pengembangan, keuangan/
akuntasi, operasional/ produksi dari sebuah organisasi.
Rumusan
strategi yang baik akan memberikan gambaran pola tindakan utama dan pola
keputusan yang dipilih untuk mewujudkan tujuan organisasi, missal perusahaan
yang memiliki strategi unggul diharga, akan memiliki pola tertentu pada saat
menetapkan produk, harga, lokasi outlet, cara-cara promosi, cara-cara produksi,
cara-cara melakukan pelayanan dan cara-cara berorganisasi. Pola itulah yang
seharusnya merupakan warna dari strategi.
B.
Peran Manajemen Strategi
Untuk meraih segala
cita-cita atau tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi atau perusahaan
maka penerapan manajemen stratejik justru sangat dibutuhkan guna apa yang
diinginkan bersama dapat kit capai dengan sebaik mungkin. Peran manajemen
stratejik ketika diimplementasikan dalam suatu organisasi maka setiap unit atau
bagian yang ada dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya sebaik mungkin.Apalagi melihat perkembangan zaman sekarang ini, dimana
setiap organisasi perusahaan telah melakukan ekspansi pasar guna mendapatkan keuntunga
yang banyak. Semuanya itu perlu langkah strategis dan taktik yang tepat
sehingga proses atau langkah yang diambil oleh pimpinan dapat dijalankan
seefektif dan seefisen mungkin.
Persaingan yang
memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar
dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa)
yang mampu menciptakan nilai tambah.Oleh karena itu, peningkatan daya saing
organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek kreativitas,
kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang dicapai.Hal
tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang ting-gi dan
pelayanan yang baik.
Esensi Manajemen
Strategik dalam pengembangan daya saing organisasi, baik bersifat nirlaba
maupun ber-orientasi laba dapat dijabarkan atas hal pokok berikut :
- Pertumbuhan dan Keberlanjutan
Hal ini dicirikan
oleh adanya kegiatan lebih besar dari organisasi yang nantinya berdampak pada
peningkatan kesejahteraan SDM. Pencapaian kondisi tersebut di-dapatkan dari
kerjasama antar individu yang mampu mewujudkan sinergi perkembangan organisasi
sesuai siklus organisasi (pengenalan, pertumbuhan, kedewa-saa dan pembaharuan
dengan kondisi penurunan, tetap dan naik kembali) ditinjau dari faktor internal
maupun eksternal yang dipengaruhi oleh perubahan-perubahan, baik fundamental,
incremental dan radikal dari nilai-nilai keinginan konsumen, serta persaingan
yang ketat dalam kondisi yang mengandung ketidak-pastian dan penuh risiko.
- Berpikir Strategik
Hal ini dicirikan
oleh pemahaman tentang pentingnya faktor waktu (lalu, kini dan esok), proses
kontinu (siklus) dan iteratif (sekuens pembelajaran) dalam mengidentifikasi
kegiatan yang menjanjikan ke depan yang berbasis pada pemetaan kemampuan
(superior-tas) yang dimiliki (sumber daya seperti SDA, SDM dan SDB) dengan
secara komprehensif memperhati-kan faktor-faktor makro seperti politik,
ekonomi, teknologi dan sosial budaya, disamping upaya pem-belajaran organisasi
dalam menuju daya saing secara parsial ataupun utuh. Realisasi berpikir
strategik dapat ditunjukkan oleh konsep masukan, proses dan luaran dalam
mengelola perubahan menurut peluang maupun ancaman yang ditemui sesuai dengan
fase-fase berikut : pembentukan kelompok kerja, inventarisasi kegiatan, keterlibatan
unit kerja dan status kegiatan. Hal tersebut dalam praktiknya didukung oleh
konsep-konsep stra-tegi, baik yang klasik (siklus hidup produk dan SWOT),
modern (BCG/Shell, A.D. Little, McKinsey, PIMS, SRI dan Porter) dan alternatif
(PRECOM) yang dalam implementasinya sangat ditentukan oleh besar-an dimensinya
(2-5) atau tema tertentunya.
- Manajemen Strategik
Manajemen Strategik
dalam implementasinya ditentukan oleh tahapan identifikasi lingkungan (internal
dan eksternal), perumusan strategi, implementasi strategi, pemantauan dan
evaluasi strategi. Hal tersebut disusun dari sistem lingkungan yang terdiri
dari analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan : sumber daya,
kapabilitas dan kompetensi inti) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang
dikenal sebagai SWOT ataupun pendekatan peran (policy, strategik dan fungsi)
untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi, baik secara luas maupun
spesifik, seperti:
- Masuknya pendatang baru (skala ekonomi, diferensiasi produk, persyaratan modal, biaya peralih-an pemasok, akses ke saluran distribusi, kebijakan pemerintah dan lainnya;
- Ancaman produk peng-ganti (biaya/harga)
- Kekuatan tawar menawar pembeli (kuantitas, mutu dan ketersediaan)
- kekuatan tawar menawar pemasok (dominasi, integrasi dan keunikan).
Dalam proses
manajemen strategik diperlukan pernyataan-pernyataan yang terkait dengan
penetapan visi (jati diri), misi (justifikasi/pembeda) dan tujuan
(target/standar) sebagai jawaban terhadap pencanangan strategi yang telah
disusun menurut tingkatannya (korporat, bisnis dan fungsional) yang didasarkan
pada muatan, konsis-tensi dan keterpaduannya dari suatu kerangka kerja proses
pengambilan keputusan organisasi untuk jang-ka panjang. Dalam hal ini, struktur
organisasi dengan berbagai bentuknya (sederhana, fungsional, divisional,
matriks, unit bisnis strategik berperan pen-ting dalam pencapaian tujuan dari
kebijakan yang dibuat.
C. Manfaat
Manajemen Strategi
Dengan menggunakan
manajemen strategik sebagai suatu kerangka kerja (frame work) untuk menyelesaikan
setiap masalah strategis di dalam organisasi terutama berkaitan dengan
persaingan, maka peran manajer diajak untuk berpikir lebih kreatif atau
berpikir secara strategik.
Pemecahan masalah
dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan lebih banyak alternatif yang dibangun
dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu hasil yang
menguntungkan.. Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi jika mereka
menerapkan manajemen strategik, yaitu:
- Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
- Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
- Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
- Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
- Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang.
- Keterlibatan anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.
- Aktifitas yang tumpang tindih akan dikurang
D. Langkah Dalam Pengembangan
Organisasi
Langkah Pertama
manajemen perlu secara detail mengindentifikasi aktifitas yang perlu dikerjakan
baik langsung maupun tidak langsung sejak disusunnya proposal kegiatan (TOR),
pengujian dan penilaian, proses perencana-an program dan kegiatan,
implementasi, pengendalian dan pe-ngawasan.
Langkah Kedua yang
perlu dilakukan untuk menganalisis profil/postur organisasi adalah mencari
keterkaitan (lingkage) dari berbagai aktifitas rantai kegiatan tersebut, baik
antar aktifitas pokok (fungsi utama) dan aktifitas penunjang (fungsi pelayanan)
Langkah Ketiga yaitu
mencoba mencari sinergi potensial yang mungkin dapat ditemukan diantara output
yang dihasilkan oleh setiap aktifitas yang dimiliki oleh organisasi.
E. Tahap-tahap
Dalam Manajemen Strategis
Manajemen strategi
merupakan sebuah proses yang terdiri dari tiga kegiatan antara lain perumusan
strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Perumusan strategi
terdiri dari kegiatan-kegiatan mengembangkan misi bisnis, mengenali peluang dan
ancaman eksternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelemahan internal,
menetapkan obyektif jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif dan
memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan Isu perumusan strategi termasuk
memutuskan bisnis apa yang akan dimasuki bisnis apa yang harus dihentikan,
bagaimana mengalokasikan sumber daya, apakah memperluas operasi atau
diversivikasi, apakah akan memasuki pasar internasional, apakah akan melakukan
merjer atau membentuk usaha patungan, dan bagaimana menghindari pengambilalihan
perusahaan pesaing. Keputusan perumusan strategis mengikat suatu organisasi
pada produk,pasar, sumber daya, dan teknologi spesifik selama periode waktu
tertentu.
Strategi menetapkan
keunggulan bersaing jangka panjang. Apapun yang akan terjadi, keputusan
strategis mempunyai konsekuensi berbagai fungsi utama dan pengaruh jangka
panjang pada suatu organisasi. Implementasi strategi menuntut perusahaan untuk
menetapkan obyektif tahunan, memperlengkapi dengan kebijakan, memotivasi karyawan
dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat
dilaksanakan.Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya mendukung
strategi, menciptakan struktur oragnisasi yang efektif, mengubah arah usaha
pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi
dan menghubungkan kompensasi karyawan dengan prestasi organisasi.Implementasi
strategi sering disebut tahap tindakan manajemen strategis.Strategi
implementasi berarti memobilisasi karyawan dan manajer untuk mengubah strategi
yang dirumuskan menjadi tindakan.Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam
manajemen strategis.Para manajer sangat perlumengetahui kapan strategi tertentu
tidak berfungsi dengan baik, evaluasi strategi berarti usaha untuk memperoleh informasi
ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor
eksteral dan internal selalu berubah. Tiga macam aktivitas mendasar untuk
mengevaluasi strategi adalah:
- Meninjau factor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi yang sekarang,
- Mengukur prestasi,
- mengambil tindakan korektif. Aktivitas perumusan startegi, implementasi dan evaluasi terjadi di tiga tingkat hirarki dalam organisasi yang besar, korporasi, divisi atau unit bisnis strategis, dan fungsional.
F.Pentingnya manajemen strategi bagi
perusahaan
Beberapa alasan utama
tentang pentingnya peranan strategi manajemen bagi perusahaan atau organisasi,
yaitu:
- Memberi arah jangka panjang yang akan dituju.
- Membantu perusahaan atau organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
- Membuat suatu perusahaan atau organisasi menjadi lebih aktif.
- Mengidentifikasi keunggulan komparatif suatu perusahaan atau organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
- Aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi.
- Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.
- Keterlibatan karyawan dalam perubahan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.
- Kegiatan pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan atau organisasi tersebut untuk mencegah munculnya masalah di masa mendatang.
Dengan manajemen
strategi diharapkan strategi benar-benar dapat dikelola sehingga strategi dapat
diimplementasikan untuk mewarnai dan mengintegrasikan semua keputusan dan
tindakan dalam organisasi rincian. Tahapan kegiatan untuk menjalankan strategi
adalah sebagai berikut:
- Perumusan strategi
Perumusan strategi
adalah proses memilih tindakan utama (strategi) untuk mewujudkan misi
organisasi. Proses mengambil keputusan untuk menetapkan strategi seolah-olah merupakan
konsekuensi mulai dari penetapan visi-misi, sampai terealisasinya program.
- Perencanaan tindakan.
Langkah pertama untuk
mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan adalah pembuat perencanaan
strategi. Inti dari apa yang ingin dilakukan pada tahapan ini adalah bagaimana
membuat rencana pencapaian (sasaran) dan rencana kegiatan (program dan
anggaran) yang benar-benar sesuai dengan arahan (visi, misi, gool) dan strategi
yang telah ditetapkan organisasi.
- Implementasi.
Untuk menjamin
keberhasilan strategi yang telah berhasil dirumuskan harus diwujudkan dalam
tindakan implementasi yang cermat. Strategi dan unsur-unsur organisasi yang
lain harus sesuai, strategi harus tercermati pada rancangan struktur budaya
organisasi, kepemimpinan dan sistem pengelolaan sumber daya manusia. Karena
strategi diimplementasikan dalam suatu lingkungan yang terus berubah, maka
implementasi yang sukses menuntut pengendalian dan evaluasi
pelaksanaan.Sehingga jika diperlukan dapat dilakukan tindakan-tindakan
perbaikan yang tepat.
G. Manfaat dan
Resiko Manajemen Strategi
a. Manfaat
Dengan menggunakan
manajemen strategik sebagai suatu kerangka kerja (frame work) untuk
menyelesaikan setiap masalah strategis di dalam organisasi terutama
berkaitan dengan persaingan, maka peran manajer diajak untuk berpikir lebih
kreatif atau berpikir secara strategik.
Pemecahan masalah
dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan lebih banyak alternatif yang
dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu
hasil yang menguntungkan.Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi
jika mereka menerapkan manajemen strategik, yaitu:
- Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
- Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi
- Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
- Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
- Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang.
- Keterlibatan anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.
- Aktifitas yang tumpang tindih akan dikurangi
- Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.
b.Resiko
Keterlibatan para
manajer dalam proses perencanaan strategik akan menimbulkan beberapa resiko
yang perlu diperhitungkan sebelum melakukan proses manajemen strategik, yaitu:
- Waktu yang digunakan para manajer dalam proses manajemen strategik mungkin mempunyai pengaruh negatif pada tanggung jawab operasional.
- Apabila para pembuat strategi tidak dilibatkan secara langsung dalam penerapannya maka mereka dapat mengelak tanggung jawab pribadi untuk keputusan-keputusan yang diambil dalam proses perencanaan.
- Akan timbul kekecewan dari para bawahan yang berpartisipasi dalam penerapan strategi karena tidak tercap[ainya tujuan dan harapan mereka.
Untuk mengatasi
resiko-resiko tersebut para manajer perlu dilatih mengamankan atau memperkecil
timbulnya resiko dengan cara:
- Melakukan penjadwalan kewajiban-kewajiban para manajer agar mereka dapat mengalokasikan waktu yang lebih efisien.
- Membatasi para manajer pada proses perencanaan untuk membuat janji-janji mereka terhadap kinerja yang benar-benar dapat dilaksananakan oleh mereka dan bawahannya.
- Mengatisipasi dan menanggapi keinginan-keinginan bawahan, misalnya usulan atau peningkatan dalam ganjaran.
Sebagai suatu
kesatuan dalam sebuah organisasi perlu menerapkan dan mengembangkan kemapuan
manajemen internalnya guna mencapai tujuan yang diinginkan dengan mengarahkan
segenap potensi dan strategi serta taktik yang tepat untuk diaplikasikan.
Proses manajemen
strategis dapat diuraikan sebagai pendekatan yang obyektif, logis, sistematis
untuk membuat keputusan besar dalam suatu organisasi. Proses ini berusaha untuk
mengorganisasikan informasi kualitatif dan kuantitatif dengan cara yang
memungkinkan keputusan efektif diambil dalam kondisi yang tidak menentu.
Berdasarkan pada pengalaman, penilaian, dan perasaan, intuisi penting untuk
membuat keputusan strategis yang baik.Intuisi terutama bermamfaat untuk membuat
keputusan dalam situasi yang amat tidak menentu atau sedikit preseden. Proses
manajemen strategis didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi seharusnya
terus-menerus memonitor peristiwa dan kecenderungan internal dan eksternal
sehingga melaukan perubahan tepat waktu. Teknologi informasi dan globalisasi
adalah perubahan eksternal yang mengubah bisnis dan masyarakat dewasa ini. Arus
informasi yang cepat menghilangkan batas negara sehingga orang dari seluruh
dunia dapat melihat sendiri bagaimana cara hidup orang lain. Dunia menjadi
tanpa perbatasan dengan warga Negara global, pesaing global, pelanggan global,
pemasok global, dan distributor global.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Sejarah manajemen
strategi.Anggaran & Kontrol Keuangan (1900 -an), Perencanaan Jangka Pajang
(Pasca World War II/1950an) Perencanaan strategik Perusahaan (Mid-1960 an.
Manajemen Strategik (1980-an).Untuk merealisasikan suatu perencanaan yang baik
perlu adanya dukungan dari aspek-aspek pelaksanaan, pengawasan, struktur
organisasi, sistem informasi dan komunikasi, motivasi, iklim kerja, sistem
penggajian dan budaya organisasi. Kelemahan perencanaan strategik biasanya
bersifat ritual dan mekanis, sifatnya rutin dan sering berpegang pada
asumsi-asumsi yang tidak realitis sehingga menyebabkan tidak termonitornya
pelaksanaan dan pengendalian dari rencana-rencana yang telah dibuat.
Untuk mengatasi
kelemahan-kelemahan perencana strategik diatas maka pada tahun 1980-an muncullah
suatu model yang namanya Manajemen Strategi. Model ini mengkombinasikan pola
berpikir strategis dalam proses mamajemen. Segala sesuatu yang strategik tidak
hanya berhenti pada proses perencanaan saja tetapi juga dilanjutkan pada
tingkat operasional dan pengawasan. Manajemen Strategik juga mencakup trend
baru, yaitu:
- Peralihan dari perencanaan menjadi keunggulan bersaing. Pembuatan strategi lebih didasarkan pada konsep keunggulan bersaing yang memiliki lima karakteristik, yaitu:
- Kompetensi khusus. Keunggulan bersaing merupakan hal khusus yang dimiliki atau dilakukan suatu organisasi yang memberinya kekuatan untuk menghadapi pesaing. Kompetensi ini bisa berwujud opini atau merek yang mempunyai persepsi kualitas tinggi. ( misalnya; opini: Pengelolaan administrasi yang rapi, terkenal bersih atau bebas KKN/Korupsi Kolusi Nepotisme, Tepat waktu. Merek: Coca cola, IBM, BMW, Mc Donald’s).
- Menciptakan persaingan tidak sempurna. Dalam persaingan sempurna semua organisasi menghasilkan produk yang serupa sehingga bebas keluar masuk ke dalam pasar. Suatu organisasi dapat memperoleh keunggulan bersaing dengan menciptakan persaingan tidak sempurna yaitu dengan cara memberikan kualitas yang tinggi di aspek-aspek tertentu.
- Berkesinambungan, Keunggulan bersaing harus bersifat berkesinambungan bukan sementara dan tidak mudah ditiru oleh para pesaing.
- Kesesuaian dengan lingkungan internal. Keunggulan bersaing dapat diraih dengan menyesuaikan kebutuhan atau permintaan pasar. Karena lingkungan eksternal bisa berupa ancaman dan peluang, sehingga perubahan pasar dapat meningkatkan keunggulan atau kelemahan suatu organisasi.
- Keuntungan yang tinggi daripada keuntungan rata-rata Sasaran utama keunggulan bersaing adalah mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi daripada keuntungan rata-rata orrganisasi-organisasi lainnya
- Peralihan dari Elitism menjadi EgalitarianismBerpikir strategik dalam Manajemen Strategik tidak hanya dilakukan oleh para kelompok elit perencana saja, tetapi juga ditanamkan kepada setiap anggota organisasi. Dalam Manajemen Strategik orang yang melakukan perencanaan adalah setiap pihak yang juga akan mengimplementasikan rencana tersebut.
- Peralihan dari perhitungan (kalkulasi) menjadi kreativitas Dalam Manajemen Strategik, strategi-strateginya tidak hanya terfokus pada faktor-faktor yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur saja, tetapi juga mempertimbangkan perspektif yang lebih kualitatif. Strategi lebih banyak tergantung pada aspek perasaan (senses) daripada analisis sehingga dalam penyusunan strategi sangat diperlukan kreatifitas.
- Peralihan dari sifat kaku menjadi fleksibel. Manajemen strategik lebih bersifat lentur/ fleksibel karena manggabungkan pandangan dan tindakan, menyeimbangkan pengendalian dan learning, serta mengelola stabilitas dan perubahan. Strategi yang dibangun merupakan strategi yag adaptif dan fleksibel dalam menghadapi perubahan dan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.
B. Saran
- Di harapkan makalah ini dapat berguna bagi kita semua dalam pembelajaran Manajemen Perusahaan.
- Di harapkan makalah ini dapat menjadi pembelajaran bagi teman-teman semua karena masih banyak hal yang perlu kita pelajari dalam proses pentingnya manajemen strategi dalam suatu perusahaan.
BAB VI
DAFTAR
PUSTAKA
David, Fred R.
(1997). Strategic Management. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Wheelen, Thomas, J.
dan Hunger, J. David. (2000). Strategic Management. New Jersey: Prentice Hall,
Inc.
Pierce, J.A. dan
Robinson, R.B. (2000).Strategic management, Formulation Implementation and
Control. Malaysia: McGraw Hill.
Wright, P., Kroll,
Mark, J. dan Parnel, J. (1998).Strategic Management Concepts. USA: Prentice
Hall, Inc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar